 | h/e/y | Jun 16, 2005 |
NOTHING is really INTIMIDATING here// but CRAP in my HEAD// so feel FREE to CRASH in there are days when you really want to be teleported to a place you long because you miss it and want it badly and you start to make this kind of move. sigh I’m sorry for the indomie the other day, also for forgetting to take vitamin, and also for the milk I haven’t drunk regularly. And sorry for the pressure you might have experienced because of me was trying to catch up with the deadline and all those stressing out moments at work. I have got lots of feeling about you since the first time you were there and it’s been 14 weeks but I just couldn’t put them on words. But today I’m telling you that I love you whatever, whoever you are, it’s an unconditional one and this time sure for real. You have stolen my heart. I’m enjoying every second of every unique moment we are experiencing together and I hope you are. High five.  there’re some mornings, I wake up, turn off the aircon, open the window, chilling wind and sun strike directly into my bedroom, I could breathe the smell of you. after sipping my breakfast tea and done with all those morning clichés, I would drive straight to the office listening to those funny mostly cheeky morning radio show. If the smell followed me to the office, as soon as I got to my desk I quickly plug my ipod in, click on those breathtaking songs, close my eyes and enjoying the pain. and then they would call me a sick freak drama queen. I don’t care. It’s not pretentious thing I would do. at least I didn’t mean it even it’s judged like one. I need to stress this because I hate pretentious people, pretentious writings, pretentious fashion spread and daily doze of pretentious gesture of my boss. bugger off. maybe it’s not you, meaning: not all about you. maybe I miss being secluded, I miss being selfish, nothing to worry about except myself and my husband, which I count him as myself as well, we’re one, a corny yet sweet love song would lyric. I miss having more than enough time to wandering around with the great feeling that I haven’t been ignoring my responsibilities. I miss the feeling of fulfilled as a human creature that actually well-deserved a normal life, not worrying too much about things like traffic or what if I traveled visiting my family outside the town, would someone rob my house? would it be safe to leave the house alone? can I sue the government for not protecting my property properly? etc.
enough said.
and oh yeah, life’s great so far because I cheer over little things like allowing myself to grab ice cream in a weekly grocery shopping, no need to iron my shirt when I thought I had to this morning, got a cliché parcel from my office and three bars of chocolate are included and happy thinking that I would having it one at a time on a grey’s anatomy dvd one-season-straight-away-session, no need to take a shower for an early breakfast with best friends and a long nap afterwards –oh me lazy bump-, and feeling fresh and fit after an individual session at the gym, then lunch and a smile-in-the-mind movie at cinema afterwards would be grand.
life’s great. and selfish.
and depression is so last year.
ooooh deadline menjepit pit pit now i’m soooo wanna go home ditemani bau majalah baru dengan cover yang masih hangat dan AC yang dingin i’m so wanna cigarette n wine by the yarra river ooohh langit yang ketumpahan cat air wondering why gravity is working against me gravity wants to bring me down. anyway… kemarin ketemuan sama viga di vietopia senopati. teman baik dari SMA. udah lama banget nggak ketemu, kayaknya terakhir tahun lalu pas baru balik dari melbourne. anyway, setelah update sana-sini, si ini baru melahirkan anaknya lucu kayak boneka, si anu ternyata udah cerai, si itu committed untuk jadi istri ke-dua, teman sukses jadi chef kelas dunia dan another updating yang apa pun itu friends turn to be tetap aja we all friends. cheers. ngobrol lanjut tentang bagaimana kami sepakat bahwa olahraga dan keringat adalah kenikmatan sampai ke topik tentang pemalas [saya juga nggak ngerti kenapa dua kata itu jadi berdekatan]. pencarian [denial counting to 30’s] beberapa bulan belakangan ini, ternyata saya menemukan bahwa saya adalah pemalas. dalam hal kerja terutama. dalam hal how to fulfill yourself lebih luasnya. saya maunya: 2 hari kerja trus libur, melakukan hal yang disuka yang entah mengapa divonis tidak bisa menghasilkan uang darinya, lalu kerja lagi dua hari, libur lagi, dst. gimana mau jadi kayak cindy, cewek yang saya wawancarai setelah ketemu viga dan membuat saya merinding melihat bagaimana dia passionate dengan pekerjaannya yang kadang membuat dia harus melek dua hari menyusun laporan untuk head office di eropa. gimana mau jadi kayak cindy dengan salary double digit kalau saya adalah orang yang too easy to pleased. gimana mau jadi cindy kalau tidak silau lagi dengan kompetisi. bau majalah baru, kamar yang dingin dan ngehabisin dvd satu season seri 24 sudah membuat saya merasa telah menaklukan dunia. viga pun tenganga. dia bilang kalau saya mengaku pemalas, lantas dia apa. hal ini berkaitan dengan raport saya di masa SMA yang selalu ranking 1 lantas saya tidak boleh jadi pemalas 10 tahun kemudian, sementara viga raportnya sedang-sedang saja bukan berarti dia tidak pintar alright. oiya, saya sering menemukan viga membaca novel tebal luar biasa di jam pelajaran waktu kelas 3. i wish saya melakukan hal yang sama, mungkin saya jadi orang yang berbeda. soal kerja pemalas sebenernya nggak sepenuhnya demikian. terkadang saya udah semangat create sesuatu yang bagus, full effort, eh ternyata si anu nggak ada niatan yang sama, dia niatannya cuman bikin bos happy. jadi kalau bos salah nggak dilawan, ikutin aja yang penting aman. saya jadi males lagi. males lagi. pengen pulang aja. saya inget dulu pas kerja di dapur motong brokoli meaning motong brokoli perfectly. brokoli oh brokoli apalah arti brokoli untuk perubahan. tapi integritas memotong brokoli means everything. ????????!!!!!!! tapi ya.. gravity stay away from me please gravity what the hell are you doing just keep me where the light is pulcep alias pulang cepet tapi meeting jam 3.30. how bad that is meeting jumat sore.  | | | | | Aug 2, '07 12:26 AM for everyone |
i like to watch you sleep at night, to hear you breathe by my side 010804/010807 i thank you + ya
- tidak ada pertanyaan lagi. terima kasih.
kalau sedang terjebak dalam situasi harus duduk sendiri [seperti: sedang menyetir, duduk di kendaraan umum, atau menunggu giliran] dan tidak ada pilihan hal lain untuk dilakukan [seperti:mendengarkan musik atau baca], apa yang asik untuk dilakukan? saya senang memikirkan hal-hal yang asik [bukan perlu] untuk dipikirkan. hehehe. di circumstances yang seringnya secure seperti belakangan ini :p, asik untuk memikirkan hal-hal yang bisa menimbulkan insecurity [moral of the story :p]. here are: 1. ittinerary perjalanan ada tawaran untuk jalan-jalan. tujuan ke tempat yang belum pernah dikunjungi atau ke yang udah pernah dan asik untuk dikunjungi lagi. temen jalan ada, duit ada, tiket, akomodasi dan visa clear. tinggal menyusun rencana perjalanan dari hari ke hari. wuuuhuuu. 2. mau nulis apa? temen nawarin bikin tulisan di medianya. dibayar, topik asik dan panjang tulisan ditentukan tapi gaya dan isi tulisan terserah. yummy. 3. membuat kombinasi sesuai suasana misalnya gini: setelah selesai mengerjakan sesuatu yang berarti :p [seperti: menyelesaikan kerjaan yang sulit, atau lepas deadline] enaknya ngapain ya? mulailah membuat kombinasi: ke supermarket beli makanan minuman enak, pulang ke rumah, panggil tukang pijet, masuk kamar, pasang AC, setel dvd, selimutan, ketiduran. etc. 4. bikin acara apa? temen di divisi markom ngajak meeting tentang bikin acara apa. budgetnya bebas. acaranya bebas. diminta untuk mikirin ide dan konsep aja. nggak usah mikirin teknis, ntar ada yang eksekusi. 5. desain sesuatu yang bisa membuat nyaman memikirkan desain rumah kecil. desain taman dan memilih tanaman. desain spaces yang enak untuk beraktivitas yang enak. desain dapur yang ergonomis. 6. memikirkan hal-hal yang tidak logis lalu mencela-celanya dan memikirkan lebih logis kalau … … … hah? binatang apa ini? silly me, tapi saya suka melakukannya. seringya yang dicela adalah tindakan tidak logis yang dilakukan diri sendiri. :p atau juga tentang fasilitas umum dan berhubungan dengan kenyamanan hidup sebagai warga negara. darrr. 7. bagaimana menghasilkan uang dari modal yang ada well, ini menarik dilakukan kalau sedang berhasil menghasilkan dan ingin menghasilkan lebih lagi. kalau lagi kepepet jadi suntuk bawaannya. hehe. 8. makan apa masak apa this is the best. apalagi kalau nggak ada batasan budget. luar kota juga dikejar. yang menyenangkan juga adalah masak apa. terus mikirin kombinasi yang menemani masakan itu apa aja. minumnya apa. ditutup dengan apa. dekorasinya apa di suasana apa. halah. 9. menyetir ke mana kalau harus menyetir lebih dari 4 jam misalnya, enaknya menyetir ke mana terus berhenti di mana aja untuk menikmati apa, sama siapa aja. 10. kalau teleportation beneran bisa terjadi, mau diteleported ke mana mau duduk di kursi panjang yang ada di bawah pohon sakura besar yang sedang berbunga di pinggir danau kecil di shinjuku gyoen di pusat kota tokyo di kelilingi sky scrappers. ah sok :p. udah kebayang listnya bakal panjang. 11. motret apa yang asik untuk difoto, untuk apa, angle gimana, hasilnya kayak apa, desain akhir gimana, kalau mau dipajang framenya kayak apa, cocoknya dipajang di mana. dst ya. dan memikirkan list ini di tengah jam kerja pun ternyata mengasikkan. Kalau kemarin itu dokter nggak mengijinkan saya keluar dari rumah sakit, seriously saya mau ngabur. 5 hari di rumah sakit cukup membuat saya meraih puncak emosi pada diri sendiri. Ketidakmampuan mengontrol body, saya rasa adalah salah satu ketidakenakan yang harus diterima. Siapa juga yang pengen trombosit merosot dan pusing yang meyiksa mendera terus-menerus. Nggak ada tombol yang bisa ditekan untuk menghentikannya.
Tapi [melayu banget], saya jadi berkesempatan untuk menghela nafas sejenak dan melihat sekeliling. Setelah travelling 2 minggu waktu itu, saya cuman istirahat satu hari dan langsung didera pekerjaan dan kebetulan divisi saya bebannya sedang meningkat ketika saya baru saja bergabung. Sekarang saya baru dapat space, merapikan lagi folder-folder di komputer, menamai ulang file-file foto yang berantakan sambil dengerin musik santai plus teh hangat di tempat tidur. Hmmm, luxury.
Saya memang sudah lama tidak sakit berat jadi kemarin ini ketemu lagi dengan dokter, suster yang waktu kuliah dulu lumayan langganan saya temui. Saya sebagai si anak pembosan selalu, tercenung dengan ketahanan kerja para suster dengan aktivitas kerja yang sangat rutin berhari-hari bertahun-tahun. Salute. Plus di rumah sakit kemarin saya juga semakin sadar bahwa life partner saya, yang saya juga belum tau sampai sekarang apakah dia jodoh saya atau bukan, memiliki kesabaran luar biasa. Bersedia direngeki, direweli plus nyuapin, mandiin dan nemenin tidur meski dengan posisi ajaib dan masih harus ngantor juga. Walau saya tahu dia belum tentu happy melakukannya, kalau happy berarti saya hidup di negeri dongeng. But it's more than enough. Hmmm, what could I ask for more…
please note that this writing contain of exaggerating materials.
A letter to Frankie magazine.
Dear Frankie, I heart you. You always bloody fecking make my day. You adore the quirkiness of life and I heart that. Especially in this 17 issue, I heart almost every page of you. The ed’s note has always been my favorite. I heart the pictures, Julia your photographer is a champ. And I heart of course the artwork. The feature about fatherhood and lovers are smartly written. And I heart the feature about festival around the world. The political feature is also written happy sad fun. The highlight is feature about the horrific plastic clogs.
I heart you
Heart Heart Heart
www.frankie.com.au
Saya dan teman saya ini selalu menghargai kegelisahan kecil dan terkadang konyol yang sering menyerang dengan tiba-tiba dan ingin diulik sesegera mungkin. So we share that a lot, intellectually indeed. :p Krik krik krik. Yang saya lakukan sih simply call her dan dia akan meluncur segera, jika waktunya oke tentunya, dan vice versa. Sejam kemudian kita sudah terduduk nyaman di sebuah gerai kopi untuk sarapan.
“Kita bakal sampe di point that we are craving for perhiasan, meaning: gold, diamond, pearl, dll nggak sih?”
“Bisa aja, banyak tuh temen gue yang udah hafal jenis-jenisnya, kalo orang lewat pake diamond, dia tahu orang itu pake jenis apa, berapa karatnya, beli di mana, halus atau nggak, dll lah.”
“Iya, itu by umur, by penghasilan atau by apa? Kayak dulu gue tahan suara penyiar yang jerit2, okelah. Sekarang penyiar abg yang sorak-sorak nggak jelas, tiba-tiba semua rasanya runtuh meniban gue.”
“Hmmm, by apa ya? Social construction may be?”
“Yah semua juga gitu. So how they can afford it, maksud gue yang 30’s?”
“Iya. Yah nggak tau lah, bisa gaji 2 digit, dibeliin pacar, suami, ortunya atau punya tokonya kali.”
“Oh iya, gue lupa, nggak semua orang loosers. Kalo gue nggak ada dorongan sama sekali tuh, atas nama apa pun itu, kemakmuran kah, independensi kah, whatever. Kalo karena how i’ve been brought up, jadi nggak kena deh. Soalnya you know how my mom dari asal usulnya tuh sekeluarga kayaknya doyan aja kerincingan barang kayak gitu. Gue terekspos lah tentunya. Tapi nggak kena tuh. Apa karena terlalu sinis aja ya.”
“Hmmm, bisa karena seperkumpulan dengan orang-orang sejenis jadi ekstrimnya kayak punya kewajiban kolektif kayak nyokap lo, atau dengan bagaimana elo mempersepsi things bisa, atau karena silly iklan juga bisa tapi elo kayaknya nggak sih, depends lah. Kalo elo sih kayaknya karena cara elo mempersepsi things deh. ”
“Ha? Emang gue gimana?”
“Yah itu, kayak how elo judge mana yang keren dan nggak keren. Yang nggak baca Frankie aja, elo bilang nggak keren. Gimana yang jewelry people mau elo bilang keren? It’s totally different world. Dan nggak apa-apa juga sih.”
“Yah nggak ekstrim gitu juga kali.”
“Lho bener kok, remember waktu kita bahas soal si KolakManis (bukan nama sebenarnya-ed), segitu kecenya tuh perempuan, apa istilah elo waktu itu? Memenuhi kaidah keindahan umum ya? Rambut panjang cantik, mobil keren, pasangan mantap, kerjaan ok, independen, tapi pas elo liat undangan kawinannya, runtuh semua kan cuma gara-gara desainnya.”
“Yah kalo si KolakManis sih beda. Dia sih obviously doyan jewelry. Grompayangan gitu.”
“Nah tuh makin jelas kan elo berdiri di mana. Apalagi elo minta duit sama laki aja ogah.”
“Bukan ogah, nggak biasa aja. Kalo nggak kepepet ngapain. But I don’t hate those girls kan. Tadi pertanyaan gue kan, kok gue sama sekali nggak punya minat ke sana.”
“Iya karena persepsi tadi deh ah.”
“Yah semua di bumi ini juga soal persepsi deh ih. Normatif banget sih lo. Lagi males mikir ya? Kalau yang konkret di gue tuh apa?”
“Yah nggak matching aja kali sama poni lo.”
“Yah itu satu. Bwahahahaha. Tapi sebagai pemuja aliran kenyamanan pada umumnya dan kenyamanan in the mind pada khususnya harusnya kan itu masuk ya?”
“Yah malah nggak lah, apa lagi elo yang aliran utility gitu, nggak ada fungsinya kan ini.”
“Yah ada dong, membangkitkan rasa percaya diri, dll.”
“Itu kan dari luar. Bisa dikontrol di dalem deh. Udah deh, natural aja. Kalo elo menang powerball dapet duit banyak, gue yakin elo tetep nggak pengen, even elo udah mencapai segalanya, even elo udah keliling dunia, nanti elo akan create terus yang baru, tapi itu nggak akan pernah masuk. It’s not your cup of tea.”
“Iya tuh, kemarin gue motret pilot-pilot gitu. Ada yang kerja di airlines India. Dia sering jalan jadi flatnya sering kosong. Dia bilang kalo ke sana, pake aja daripada bayar akomodasi. Tukeran kartu nama sih.”
“Wah seru tuh India.”
“Iya gue udah browsing, nah jangan naik yang direct, mendingan ....”
|  | Why cuddle? Dari jendela pesawat pas akan mendarat di Airport Narita Tokyo, saya rasanya udah pengen lompat lewat jendela, menggulung-gulung badan di kota yang literary cantik ini. Lantaran dari kejauhan sudah kelihatan Tokyo memasuki Spring. Saya sangat beruntung, pas masuk Tokyo bunga Sakura baru saja mekar, dan ketika meninggalkannya, mulai berguguran, kayak di film silat lah. It's so pretty. Hanya 2 minggu dalam setahun bunga ini bersolek. Cuma 12 hari di sana, rasanya saya beneran bermanja-manja dengan kota ini. Anyway ini baru sebagian cerita dan foto, karena yang lain need to be commercialized dulu, harus dijaga eksklusivitasnya. Haha. Harus balik modal dong. :) Tokyo: checked ah. :p |
Been away from office routines for almost a year, I find it hard to readjust. Di hari ke dua, saya ketiduran di meja kerja, for at least 3 minute kesadaran saya hilang dari muka meja. Apalagi udara Jakarta lagi bersahabat dengan sleepy head seperti saya. Hari itu to be honest saya cuci muka 4 kali aja. Belum lagi badan harus adaptasi dengan tuntutan untuk duduk berjam-jam dan melototin layar komputer. Oh iya, apalagi sekarang ini tempat kerja saya masuknya jam 8, pulang officially jam 4 dan hari sabtu masuk setengah hari. Pingsan dulu. Ngapain sabtu masuk? Olahraga. Officially dead.
Kerjaannya sih saya suka banget. Merestruktur logika bertutur. Fasilitas kantor lumayan unik. Ada gym dengan alat yang lumayan mutakhir, klinik dan obat gratis, perpustakaan berkoleksi buku bahasa Inggris, dari Asterix sampai TIMES, makan siang disediakan dan gajian 2 minggu sekali, kayak di luar negeri aja. Duit 100ribu di dompet, seminggu aja nggak habis. Woohoo.
Tapi jenis pekerjaan saya untuk sebagian orang diperlukan keheningan karena tuntutan konsentrasi tinggi. Sementara saya lebih suka kerja dalam suasana gaduh, dalam arti yang sebenarnya. Seperti masing-masing komputer menyalakan musiknya masing-masing (didikkan kantor lama). Small things kayak gini ternyata matters. Keheningan ini, memaksa saya yang masuk jam 8, dan pada pukul 8.15 sudah mengirim sms send to many, yang isinya: “aku bosaaaaaaaaaann, mau freelance aja- ikon nangis 4x”, ke beberapa teman yang taruhan durasi ketahanan saya beraktualisasi diri dengan pilihan seperti ini.
Dan oh ya, saya tidak pernah berkantor dengan aturan berpakaian. Lagian kan artificial banget, ngapain juga diatur. Pembunuhan karakter etc. Tapi oh well toh saya nurut juga. Sedikit lebih rapi ternyata lucu juga. Tapi oh tapi setelah probation nanti ada aturan seragam yang harus dipatuhi. Oh rasanya saya mau masa probation-nya diulang terus aja setiap kali berakhir. Seragam? I know some of you are vomiting over this matter.
You always find your way, kata seseorang pada saya. Betul juga, dalam situasi apa pun saya tetap bisa membuat diri saya nyaman. Bener banget. Berkat latihan bertahun-tahun dengan tempaan alam. Di minggu ketiga I feel almost (almost)fine. Mungkin juga karena this is not my first job and I’ve been through things before I stepped on here. I know what I want, I know what I’m doing. Dan the best thing adalah saya sudah lumayan lihai memilah otak saya, I don’t want my job ruins my life. Semua ada porsinya. End of story.
i have to say that traveling to non-speaking-english country is frustrating. i`ve been to thailand, they barely speak english but most of them especially who works at public service area [subways, mrt, etc] at least understand english.
but at the moment in tokyo, the most developed country in the world, with advance technology, digital buttons at public toilet, anyone? they hardly speak english. i have to express doggy face when i asked for chilli at local mc. donalds. i felt stupid, i don`t get my chilli and pissed off. and the gong is: the keep talking in japanese eventhough you obviously don`t understand what they`re talking about. call me gadis pemarah kurang penyabar, but trust me it is frustrating. of course local students they learn english at school but there`s no chance seeing them since it`s now school holiday in japan. and the youngsters, they understand very little. i was at harajuku the other day, i thought, hmmh, may be today is the day meeting english speaking youngsters. nope. no chance.
two days ago i took a day tour to mount fuji and hakone. oh finally, i met lots of travelers and so i could exchange information and stuffs. but i want locals, i want to know a lot about them. yeah i heard that it`s their ego not to speak english but still able developed and even advance. may be travelers got the same feeling when they visit indonesia. but we don`t have that ego, do we?
 i know google earth from -the interesting, inspiring, addictive- frankie magazine. one of the questions in the interview with hot hot heat was,"do you like google earth?" what the hell was google earth here? well, i'm sorry. i'm not a business review journal reader or whatever those sophisticated journal but let's put it simple: this is one of the example how frankie educates me. wink.
it tickled me so then i googled immediately. [how amazing google now is a verb and as well as word "rock", let's rock this, lets rock that, and eventhough i hardly use it but i'm definetly gonna stop put the word "rock" as a verb from now on because it's sound yikes after a while]. apparently with google earth i can have a look at my flat back in melbourne. yeah the technology makes it possible for you to have an aerial view of everything that sticks on earth.
so i was happily jumping on my chair [not sofa] that i can see my flat there, the street i used to stroll down, the station, the parks everything. this is getting annoying the fact that i find it hard for me to detach myself from my life i had there. one to three times a week i dream about it. in those dream i was hoping that it wasn't a dream but it was. so as now 2007 has just started, i really hope i can fully recovered 100% from my life back in melbourne. it's been a while and it's getting annoying.
that's the thing, why do we need tipping point? why do i need 2007 to start or end something? why do i need monday to start doing exercise? why do we need to quit a spot to start another spot? well, it's not the real meaning of tipping point is though. tipping point as written in the book, is the moment when you "found it". but why do i have to wait for tipping point. can we start something before something kick our ass out? so i'm gonna try to stop delaying things and no need to wait to get inspired etc bullshit excuses. it's tough, hei? it is t o u g h.
talking about delaying things, i remember my recent trip to medan 2 weeks ago. my flight to jakarta was scheduled at 10pm but it was delayed for an hour, of course. it's delayed because it needed to wait for the flight from Jakarta to landed in medan and with the same aircraft flying back to jakarta. finally the plane arrived. the passengers were leaving the aircraft. and, guess what? not even 15 minutes, the next passengers allowed to aboard the plane. i was like, wow, that's quick. i made myself comfortable, put the seat belt on, and start shuffling on. and then suddenly announcement,"para penumpang yang terhormat, harap segera mematikan pesawat telepon anda karena pesawat ini sedang diisi bahan bakar." why in the hell world you asked us to aboard? it's about time we're considering safety. why do we wait until the disaster happened!!!
hey, what i'm talking about here. yesterday the sky was soooo blue, the trees were truly greenish and the sun was shiny. i was having coffee seating outside with my lovely friends. and i was feeling soooo great with the weather, the coffee and the conversation, of course. and i read in the newspaper, it said: blue sky in jakarta only happens 8 days in a year. so if i was craving for a simple combination that makes my day: nice weather, outdoor living, friends and coffee i can only get that 8 days in a year in jakarta. and yesterday could have been the 8th days. hopeless.
nope, i'm not gonna end this with the word hopeless. hopeful.
pic: banda aceh-indrapuri, politicaltears   stupid mobile phone alarm is shouting out loud.
oh no, 7.30am, go shower, and catch the train, shit!!
bye-kiss hubby and quickly lock the door. i'm off.
10 minutes to the next train.
i walk down to the station, routine view: doggies gathering in the park and people in business suite busy with their blackberry, catching same train.
blue sky, morning fresh air, plug ipod on and take one long deep breath. a w a k e.
a smile to a barrista, took first zip of my cheap coffee.
train is coming.
hop in and then a quick scan find an empty seat.
none. ok i'll survive.
hop off. quickly run, catch the tram.
latrobe st, hop off. Tin's already there.
"you're late! quick have your smoke"
"fine!"
"what time you finish today?"
"it's thursday, i do closing"
"fuck, you better be awake"
"i know"
"let's go,we're late"
"wait, where is my hat and apron?"
"ah you, here, use mine! i'll talk to him!"
"sorry, i was in a hurry"
"whatever!"
end
*i thought phrase "get over " does exist. it might does but it hasn't.
 |  | mang awang is the man. |
|  | grand palace, thailand, 2006. wonder, amaze, stunning, you name it. |
 | takut | Sep 13, '06 7:00 AM for everyone |
 suatu hari TAKUT datang mengetuk pintu. membukakan pintu lalu mempersilakan masuk dan bercengkerama, membiasakan diri dengan kehadirannya ATAU bersilat lidah, beradu logika dan langsung mengusirnya jauh-jauh saat itu juga?
ketika overhead 25% omset :-)
 that we're in our most conscious ages we didn't have same measurement of time and space we didn't have same start line to race together that you're not mature enough to look at difference that you are not you were it didn't work out anymore and all the shit shit am angry for something that is happening to a very good person, honestly
 | Guestbook | |
 |
heppi berstdeeeeeeeeeiiii... :) |
 |
thanks udah approve inviteku...
|
| |